Tawuran yang melibatkan puluhan kelompok pemuda itu dilakukan dengan cara saling lempar batu dan benda keras lainnya. Ende, warga Tatanga yang dimintai keterangan oleh wartawan, mengaku tidak mengetahui secara persis penyebab bentrokan.
Ende menyebutkan, sejumlah rumah warga juga terkena lemparan batu. Sebuah sepeda motor dilaporkan juga dibakar pelaku bentrokan. Petugas dari Polres Palu hadir dan berusaha melerai mereka yang terlibat bentrokan. Meski sudah dilerai, sejumlah pemuda masih terlibat aksi saling lempar batu.
Beberapa hari sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi di Donggala, kabupaten tetangga Kota Palu. Sementara itu beberapa pekan sebelumnya, bentrokan juga terjadi di Kabupaten Sigi yang menimbulkan sejumlah korban luka.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan, bentrok antarwarga di wilayahnya pada umumnya merupakan aksi spontanitas. Biasanya, bentrok tersebut diawali perselisihan di antara dua pemuda, kemudian meluas ke tawuran yang lebih besar. kompas

Contact Us
Live TV Online
Radio Online

